Kali(sungai)Pedes adalah sungai yang mengalir melewati wilayah kecamatan Tonjong kab Brebes dan menjadi salah satu urat nadi kehidupan masyarakat sekitarnya.
29 Juli 2009
Istilah Istilah yang sering beredar di Karang Jati
Yahudi Desa istilah ini sering sekali terlontar dari obrolan-obrolan kita sehari-hari .Maknanya ialah walaupun kita secara KTP tertulis beragama islam tapi di hadapan alloh apa iya,seandainya kita masih mempraktekkan gaya hidup kaum Yahudi /Barat yang hedonis dan matrialis dengan Menghalalkan berbagai macam cara demi mencapai tujuan duniawi.
Gawe Firman Dewek adalah jika sesorang menyederhanakan masalah2 demi kepentingan pribadi ,golongan atau kelompoknya.Padahal sudah jelas2 itu bertentangan dengan tuntunan qur'an dan hadis.
Aja Egal Egol adalah sebuah ungkapan untuk menegaskan bahwa jika sesuatu benar sampaikanlah bahwa itu benar,juga sebaliknya.Artinya Jujur dalam mengungkapkan sesuatu .
Nek ndeleng Sing Duwur adalah cara melihat dan menilai seseorang atau sesuaatu masalah janganlah dari kulit/ penampilan seseorang.Tetapi
Copet Solo adalah sebutan bagi seseorang yang berpenampilan baik dengan tutur kata yang halus dan lembut tapi semua hanyalah topeng tujuanya untuk mengelabuhi/menipu.Jadi janganlah meneilai seseorang hanya dari kulit penampilan luarnya saja tetapi dari akhlak dan niat baiknya.
.
Iras Irus Sing Gede Iruse Mencari keuntungan pribadi dalam suatu forum/perkumpulan.
Landa Cokelat melakukan pembodohan terhadap masyarakat.Atau merasa menjadi orang yang paling terhormat tanpa menghargai orang lain.Apalagi terhadap orang yang kurang secara Materi.
Preman Pasar pegang clurit,Preman masjid pegang Mik....Dalam artian kadang merasa paling pinter...mengoreksi/mengkritik lewat corong media masjid tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.Orang yang suka semena mena di masjid dijuluki preman Masjid.
28 Juli 2009
Ketua RT
27 Juli 2009
Disadur dari wikipedia bhs Indonesia
Wahdatul Wujud sebenarnya adalah suatu ilmu yang tidak disebarluaskan ke orang awam. Sekalipun demikian, para wali-lah yang mencetuskan hal tersebut. Karena sangat dikhawatirkan apabila ilmu wahdatul wujud disebarluaskan akan menimbulkan fitnah dan orang awam akan salah menerimanya. Wali yang mencetuskan tersebut contohnya adalah Al Hallaj dan Ibn Arabi. Meskipun demikian, para wali tersebut tidak pernah mengatakan dirinya adalah tuhan. Dan mereka tetap dikenal sebagai ulama alim.
Dalam dunia tasawuf, sering terdapat perbedaan antara ilmu syariat dan ilmu ma'rifat. Sebagai orang islam tentu saja diharuskan menguasai ilmu syariat. Dan ilmu ma'rifat atau ilmu tashawuf dengan kata lain ilmu hikmah, sangat ditekankan untuk mengambil sebuah hikmah. Hal tersebut telah diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat Al Kahfi tentang pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir. Hal tersebut menunjukan Ilmu Syariat yang dikuasai Nabi Musa dari kitabnya (Taurat) dan Nabi Khidir yang mendapatkan langsung ilmunya dari petunjuk Allah yang penuh hikmah atau ilmu ma'rifat.
Dalam penggambaran awal tersebut sudah ditunjukan betapa susahnya memahami ilmu ma'rifat dengan ilmu syariat. Penggambarannya adalah seperti pertemuan antara daratan dan lautan. Dimana Musa diberitahukan, ia akan menemukan orang yang lebih pandai darinya disaat ikan yang dibawanya hilang. Ikan mati tersebut hidup kembali di suatu tempat ketika Nabi Musa dan pembantunya beristirahat. Hal itu merupakan penggambaran ilmu yang sangat susah sekali dimana ikan mati dapat hidup kembali, seperti Nabi Musa yang tidak dapat bersabar melihat perilaku Nabi Khidir yang dilihat secara syariat sangat bertentangan. Tetapi hal tersebut dilakukan Nabi Khidir dari petunjuk Allah yang penuh dengan hikmah. Jadi tentu saja hal-hal ma'rifat hanya dapat dipahami secara pribadi bagi orang yang diturunkan kepadanya secara langsung.
Meskipun ilmu ma'rifat terlihat sangat bertentangan dengan ilmu syariat, tetapi sebenarnya tidak. Jadi ilmu tersebut dapat dikatakan ilmu tinggi yang digali dari perjalanan pikir para wali dan tidak untuk disebarluaskan. Hal tersebut seperti terjadi pada Syekh Siti Jenar yang mendengarkan wejangan yang diberikan oleh Sunan Ampel kepada orang yang akhirnya menjadi seorang wali, yaitu Sunan Bonang. Siti Jenar adalah orang awam yang salah tangkap menerima wejangan tersebut. Tetapi dari kedua konsep tersebut, para ulama masih berbeda pendapat.
Selain perseteruan pendapat konsep wahdatul wujud dan wahdatul syuhud di jawa, hal itu juga terjadi pada kaum Syi'ah Isma'iliyah pada masa Al Hallaj. Hal yang berbeda pengertian terjadi dari definisi kaum syi'ah tentang zina, puasa, dan sabar. Mereka juga dianggap pemberontak dan dianggap musuh oleh raja dan para ulama. Peperangan yang terjadi tidaklah dari para ulama, tetapi oleh Raja yang menganggap mereka adalah pemberontak dan musuh politik. Al Hallaj yang hidup di masa itu, dia mengucapkan kata yang sangat menggemparkan: Ana Al-Haqq berarti Akulah kebenaran. Dia kemudian dianggap mendukung kaum syi'ah. Hal ini juga berarti permasalahan yang timbul dari perselisihan antara ilmu syariat, ilmu ma'rifat, dan kekuasaan atau politik. Semua yang terjadi adalah karena kesalahan pemahaman. Terbunuhnya Al Hallaj bukan karena ucapannya tetapi karena politik.Tetapi merupakan kesalahan Al Hallaj yang mengucapkan dan mengajarkan konsep Wahdatul Wujud (Ana Al-Haqq) kepada murid-muridnya. Bahwa hal tersebut adalah ilmu yang sangat pribadi dan hanya dimengerti oleh orang yang menerimanya. Selain itu, Al Haqq merupakan sifat-sifat Allah.
Ilmu syariat dan ilmu ma'rifat akan selalu menemui kesulitan untuk diajarkan terutama ke masyarakat awam karena ilmu ma'rifat bersifat pribadi dan ghaib. Hal itu merupakan rahasia bagi orang yang menerimanya.